HiDuP iNi HanYa SeMenNtaRa...MungKin EsOk MungkIn LuSa KiTa Akan Mati...BuanGkAnLah RaSa MaRah DaN DendaM pAda Orang Di SekeLiLing Kita...MaAfkanLAh MereKa KiRanya MereKa BerSaLaH...mUnGkIn iTuLaH kaLi tErAkhir kItA aKaN bErTemU DengaNnYa...


Bijak dalam mengendalikan diri amat penting dalam menentukan kebahagiaan dan ketenangan dalam kehidupan seharian...

Baru sebentar tadi, saya menonton sebuah rancangan keagamaan di Astro Oasis tentang keutamaan pengendalian diri...dalam hidup kita, memang tak lepas dari pelbagai masalah...oleh tu, pengendalian diri amat penting...

Bila ditimpa masalah...apa yang penting adalah zikir, fikir dan ikhtiar...macam mana tu?

Tika diri dilanda masalah sama ada ditimpa bencana atau musibah, orang benci kita, orang marah kita, dibebani hutang yang banyak atas keperluan untuk hidup, pertama2 sekali kita haruslah zikir...apa itu zikir? iaitu kita himpun semua masalah kita tersebut dan kita serah pada Allah...berdoa pada-Nya moga diringankan bebanan kita untuk menghadapinya....

Selepas itu, kita haruslah fikir...fikir apa tindakan yang sewajarnya...kalau ditimpa musibah, adakah kita perlu terus bersedih atau redha?kalau ada orang marah atau benci pada kita, adakah kita harus membalas balik dan berdendam dengan mereka atau kita memaafkan mereka?

Selepas itu, barulah kita cuba ikhtiar...berikhtiar macam mana caranya kita boleh mengatasinya...berikhtiar dengan cara yang ma'ruf....berhemah...tenang...

Macam mana kalau ada orang marah kita?apa tindakan kita?

Pertama kita seharusnya bersyukur sebab bukan kita yang marah...kerana marah itu adalah syaitan dan syaitan itu dari api...api itu tempatnya di neraka...

Kedua kita mestilah mendoakan orang tersebut supaya diampunkan dosanya...diberi ketenangan supaya marahnya cepat reda...

"Jadilah sepohon pokok mangga....orang membaling pokok itu dengan kayu tetapi pokok itu memberikan buah mangga yang manis lagi lazat..."

Kita tak rugi apa2 bila orang marah atau berdendam dengan kita kalau kita sabar...kerana ganjarannya hanya Allah yang layak memberi...ingat Allah ingat rahmat-Nya...kasih sayang Allah lebih luas dari kemurkaan-Nya...wallahua'lam...

Hukum Saling Tidak Bertegoran

8 Mei 2007
Ust Dr Abdullah Yasin

(١) عَنْ أَبِى أَيُّوبِ رَضِى اللهُ عَنْهُ أنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ يُحِلُّ لِمُسْلِمٍٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعرِصُ هَـٰذا وَيُعْرِصُ هَـٰذا وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأ بِالسَّلاَمِ
(رواه البخارى ومسلم)

(٢) قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَمَنْ هِجَرَ فَوقَ ثَلاَثٍ فَمَاتُ دَخَلَ النَّارَ

(٣) قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ هِجَرَ أخَاهُ سَنَة كَسَفْكِ دَمِهِ

Terjemahan:

(1) Daripada Abi Ayyub (ra) bahwa Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim tidak bertegoran dengan saudaranya (seagama) lebih dari tiga malam; mereka bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu juga berpaling, dan yang paling baik di antara mereka berdua ialah siapa yang memulai salam”.

[Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim]



(2) Sabda Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam): “Barangsiapa yang tidak bertegoran lebih daripada tiga (hari), lalu ia mati, maka ia masuk neraka”.

[Hadis Sahih Riwayat Abu Daud]



(3) Sabda Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam): “Barangsiapa yang tidak bertegoran dengan saudaranya (seagama) selama setahun maka (dosanya) seperti membunuhnya”.

[Menurut Imam An-Nawawy Hadis ini sanadnya sahih riwayat Abu Daud]



Huraiannya:

Dari tiga hadis di atas dapatlah kita ambil beberapa kesimpulan sebagaimana berikut:

1. Ketiga-tiga hadis di atas menyatakan betapa besar dosa orang-orang Islam yang saling tidak bertegoran. Hukum tidak bertegoran adalah HARAM. Hukum tersebut digambarkan oleh Nabi (sallallahu alaihi wasalam) pada Hadis (1): TIDAK HALAL; Hadis (2): MASUK NERAKA dan Hadis (3) SEPERTI HUKUM MEMBUNUHNYA.

2. Berdasarkan zahir hadis (1) kita masih dibolehkan tidak bertegoran sekiranya tidak melebihi daripada tiga malam. Dengan kata lain adalah tidak haram hukumnya kalau kita tidak bertegoran pada hari pertama, kedua dan ketiga. Mengapa? Karena Islam mengakui bahwa sifat marah adalah fitrah atau naluri (sifat semulajadi) bagi setiap insan. Dan diharapkan rasa marah atau permusuhan yang berlaku antara sesama mereka akan hilang setelah tiga hari.

3. Dalam hadis (1) juga menyatakan bahwa mereka bertemu lalu saling memalingkan muka. Jadi hukum haram karena tidak bertegoran tersebut tidaklah dikenakan ke atas orang yang tidak saling bertemu walaupun melebihi dari tiga hari.

4. Jika kejadian di atas benar-benar menimpa dalam pergaulan di antara kita, maka dalam hal ini siapakah di antara kita termasuk orang yang paling baik? Hadis (1) menjawab: Yang paling baik ialah orang yang lebih dahulu ingin memulihkan hubungan baik di antara mereka.

5. Inilah dalil yang digunakan oleh Imam Syafi’i dan Imam Malik bahwa ucapan Salam boleh menamatkan persengketaan dan menghapuskan dosa orang berkenaan. Tetapi Imam Ahmad Bin Hanbal dan Ibnu Al-Qasim Al-Maliki pula berpendapat: Ucapan salam tidak dapat menamatkan persengketaan itu jika dia yang menjadi punca persengketaan. Adapun jika yang berkenaan berkirim surat, dalam hal ini ada dua pandangan; Pertama: Dosanya tidak terhapus, karena tidak diucapkan; kedua: Terhapus dosanya, karena rasa bencinya telah hilang. Dan inilah pendapat yang lebih kuat.

6. Sabda Nabi (sallallahu alaihi wasalam) dalam hadis (1): “Tidak halal bagi seorang muslim”. Berdasarkan zahir hadis ini maka orang kafir dikecualikan daripada ketentuan hukum tersebut. Tetapi Imam Nawawy dalam Syarah Shahih Muslim, jld V, hal. 425 lebih condong kepada pendapat: Termasuk orang-orang kafir. Hanya di sini disebut muslim karena hanya muslim yang menerima arahan syara’ dan mengambil manfa’atnya.

7. Hukum haram tidak bertegoran kalau melebihi tiga malam sebagaimana yang diungkapkan di atas adalah terbatas jika kejadian itu berlaku tanpa sebab yang munasabah. Contoh: Tidak bertegoran hanya karena perbedaan pendapat dalam hal-hal furu’ (cabang agama) atau kecuaian menunaikan hak dan kewajipan dalam pergaulan. Dia tidak menyangkut hal dan kewajiban dalam pergaulan. Dia tidak menyangkut hal-hal ushul (pokok) yang boleh menjejaskan kemurnian Akidah dan Agama Islam. Tetapi jika perbuatan seseorang secara terang-terangan menghina Islam, menyebar perkara-perkara bid’ah, bergelimang maksiat dan mengikuti hawa nafsu maka hukum di atas menjadi berobah.


Hijraan Yang Dibolehkan:

HIJRAAN artinya tidak bertegoran atau memulaukan. Pada asalnya hukum tidak bertegoran adalah haram atau berdosa. Tetapi kadang-kadang atas sebab-sebab tertentu kita disuruh oleh Islam supaya memulaukan atau tidak menegor sebahagian orang Islam lainnya.

Di bawah ini akan dibawakan beberapa contoh golongan yang patut dipulaukan:


1. Orang-orang yang memperolok-olokkan ayat Allah.


Firman Allah:


وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ

Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain.
(Al-An’am 6:68)


Menurut Mujahid: “…orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat kami” dalam ayat di atas ialah orang-orang yang memperkatakan tentang Al-Quran tanpa kebenaran (tidak haq).

Berkata Imam Ath-Thabary daripada ja’far Muhammad Bin Ali: “Janganlah kamu hampiri ahli khushuumat karena mereka adalah orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat Allah. Maksudnya: mereka yang memperdebatkan perkara-perkara yang para salaf salih tidak suka memperdebatkannya.


2. Orang-orang Yang Berbuat Zalim

Firman Allah:


وَلاَ تَرْكَنُواْ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka.
(Huud 11:113)


Maksud “…cenderung kepada orang-orang yang zalim” ialah menggauli mereka serta meredhai perbuatan mereka. Dalam ayat ini kita diingatkan bahwa kecenderungan kita kepada orang orang yang zalim boleh menyebabkan kita disentuh oleh api neraka; Lalu bagaimana dengan orang yang justeru memuja, menyanjung orang-orang yang berbuat zalim?



3. Orang-orang Yang Mengikuti Hawa Nafsu

Di antara contoh orang yang mengikuti hawa nafsu ialah orang-orang yang menafsirkan Al-Quran berdasarkan akal semata-mata. Mereka tidak merasa perlu kepada penafsiran Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) padahal Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) adalah orang yang paling layak dalam menafsirkan Al-Quran karena beliau mendapat bimbingan langsung daripada Allah melalui wahyuNya.

Di antara tafsir Al-Quran berlandaskan hawa nafsu ialah: Sholat yang diwajibkan ke atas umat Islam hanya tiga waktu, anggota wudhu’ bukanlah bahagian aurat yang wajib ditutup, bacaan dalam sholat boleh menggunakan selain bahasa Arab dan lain-lain tafsiran lagi.



4. Orang-orang berbuat bid’ah dan menyebarkan bid’ahnya:

Bid’ah walaupun semuanya membawa keseesatan tetapi derjat kesesatan masing-masingnya tidaklah sama. Ada bid’ah yang boleh membawa kepada kekufuran atau murtad. Dan ada pula bid’ah yang tidak sampai ke derjat kufur.

Terhadap bid’ah yang bersangkutan dengan perkara-perkara cabang (furu’) dan tidak membawa kepada kekufuran atau murtad kita masih boleh bertolak ansur dan saling nasihat-menasihati tetapi terhadap bid’ah yang boleh membawa kekufuran atau murtad kita disuruh supaya memulaukan dan jangan bertegoran dengan mereka.

Contoh-contoh bid’ah yang boleh membawa kekufuran atau murtad seperti i’tikad hulu iaitu mendakwa kononnya Allah bersatu dengan sebahagian makhluk, meyakini kononnya ajaran Islam sudah tidak lagi sesuai untuk umat akhir zaman, atau mendakwa kononnya umat Islam cukup hanya mengucap syahadat pertama (syahadat Tauhid) dan tidak perlu kepada syahadat kedua (syahadat risalah) atau mendakwa kononnya tidak perlu beriman kepada Qadha dan Qadar, dan lain-lain.

Sebenarnya sungguh banyak dalil bahwa Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) pernah memulaukan sebahagian sahabatnya atas sebab-sebab tertentu. Antaranya: Baginda memulaukan Ka’ab Bin Malik, Murarah Bin Al-Rabi’ dan Hilal Bin Umayyah karena tidak ikut serta perang Tabuk tanpa uzur sehingga datang tobat mereka daripada Allah, Nabi tidak menjawab salam Ka’ab Bin Malik, Nabi tidak menegor salah seorang isterinya selama sebulan, dan lain-lain lagi.

Seorang lelaki yang banyak berbuat bid’ah pernah bertanya kepada Ayyub Al-Sukhtiyany: Ya Aba Bakr, bolehkah aku bertanya kepadamu satu kalimah? Ayyub berpaling sambil menjawab: Tidak, walaupun setengah kalimah! (Syarh Sunnah vol. I, halaman 194)


Bagaimana dengan golongan anti-hadis? Saya yakin dengan berpandukan keterangan di atas setiap kita mampu menyimpulkan tindakan apa yang patut dilakukan terhadap mereka.

(sumber : http://www.al-nidaa.com.my/artikel.php?id=191&action=view)
Ihsan dari : http://halaqah.net

Sewaktu bersujud, kita berada amat hampir dengan Allah. Katakanlah apa sahaja di dalam hati hajat kita sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah s. a. w. yang biasa memanjangkan sujudnya dengan memperbanyakkan zikir dan doa didalamnya.

Sabda Rasulullah s. a. w :-
"Suasana yang paling hampir antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah di kala ia bersujud kerana itu hendaklah kamu memperbanyakkan doa di dalamnya."

Banyak doa yang diamalkan oleh Rasulullah untuk kita ikuti. Salah satunya yang paling baik untuk diamalkan ialah doa yang dibaca sewaktu sujud akhir dalam solat.

"Ya Allah, tambahkanlah bagiku rezeki yang banyak lagi halal, imam yang benar, ilmu yang bermanfaat, kesihatan yang elok, kecerdikan yang tinggi, hati yang bersih dan kejayaan yang besar."

Semoga dengan mengamalkan doa itu kita mendapat manfaat atau sekurang-kurangnya menjadi cita-cita kita dalam mencari keredhaan Allah dunia dan akhirat.

Banyak kelebihan memanjangkan sujud dan memperbanyakkan doa di dalamnya. Rasulullah s. s.a.w biasa berbuat begitu sehingga pernah para sahabat hairan kerana lamanya baginda bersujud.

Keistimewaan umatnya yang bersujud telah disebut oleh baginda dalam sabdanya yang bermaksud:-

"Tiadalah ada seorang umatku melainkan aku yang akan mengenalinya di hari kiamat"

Mendengar itu para sahabat bertanya: "Bagaimanakah engkau dapat mengenali mereka dalam khalayak ramai wahai Rasulullah?"

Jawab baginda: "Tidakkah engkau melihat seandainya sekumpulan unta dimasuki oleh seekor kuda yang amat hitam, sedang di dalamnya pula terdapat sekor kuda putih bersih, maka adakah engkau tidak dapat mengenalinya?"

Sahabat Menjawab: "Bahkan !"

Rasulullah menyambung: "Kerana sesungguhnya pada hari itu (kiamat) muka umatku akan putih (berser-seri) disebabkan mereka bersujud (di dunia), segala anggota mereka ( terutama anggota wudu') putih berseri-seri oleh cahaya wudhu' !!!"



KEISTIMEWAANNYA
---------------------
Ahli neraka juga mendapat keselamatan kerana bekas sujudnya. Rasulullah s. a. w. bersabda yang bermaksud:-

"Apabila Allah hendak melimpahkan Rahmat (kebaikan)kepada ahli-ahli neraka yang Dia kehendaki, Dia pun memerintahkan malaikat supaya mengeluarkan orang-orang yang menyembah Allah, lalu mereka dikeluarkan dan mereka dikenali dengan kesan-kesan sujud (di dahi mereka), di mana Allah menegah neraka memakan (menghapuskan) bekas-bekas sujud itu, lalu mereka pun keluar dari neraka, maka setiap tubuh anak Adam akan dimakan api neraka selain bekas sujud"

Begitulah Allah memuliakan hamba-Nya yang bersujud.

Orang yang sujud mendapat keistimewaannya apatah lagi di dalam sujud itu kita berdoa. Sudah tentu mendapat perhatian yang sewajarnya. Semoga kita akan menjadi hamba yang benar-benar mendapat rahmat.


Allahu Ta'la A'la wa a'lam...

Dipetik dari : http://www.ukhwah.com/viewtopic.php?forum=22&topic=2565
Daripada Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Tidak akan masuk syurga kamu semua itu sehingga kamu semua beriman dan tidak
akan dinamakan beriman kamu semua sehingga kamu semua saling cinta-mencintai.
Tidakkah kamu semua suka kalau saya menunjukkan kepadamu semua sesuatu yang
jikalau kamu semua lakukan tentu kamu semua akan saling cinta-mencintai? Iaitu
sebarkanlah salam sesama kamu!"

(Riwayat Muslim)

kali ni ingin saya memetik hadith mengenai salam...orang mukmin seluruhnya adalah bersaudara...seperti Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 10 yang bermaksud :

"Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara..."

jadi...adalah sepatutnya kita menebarkan salam kepada sesiapa pun orang mukmin sama ada yang kita kenal atau tidak kerana...hanya dengan menebarkan salam, ukhwah akan terjalin n timbul satu sifat saling cinta-mencintai sesama muslim...

dan perlu diingat...menjawab salam adalah wajib berbanding memberi salam...jadi pada sesiapa yang diberi salam kepadanya, wajiblah menjawab kembali...kenapa kedekut sangat nak mendoakan kesejahteraan kepada orang yang telah mendoakan kesejahteraan kita kan...

wallahua'lam...

Oleh Ustazah Siti Nor Bahyah

Melalui perkahwinan, manusia akan dapat mengembangkan keturunan dan memenuhi ketenteraman jiwa kerana perkahwinan yang harmoni dan sesuai menurut tuntutan Ilahi, dapat memenuhi tuntutan biologi. Malah tujuan perkahwinan juga adalah untuk mendapatkan zuriat melalui ikatan sah di sisi agama dan undang-undang. Namun, tidak semua pasangan suami isteri beroleh zuriat setelah berkahwin. Ada sesetengah pasangan perlu mengambil masa yang lama untuk memperoleh zuriat dan ada juga yang tidak mempunyai zuriat sehingga tua disebabkan perkara-perkara tertentu. Tetapi perlu diingat bahawa semua yang berlaku itu adalah dengan izin dan kehendak ALLAH s.w.t.

Oleh yang demikian, mereka yang beriman dan percaya dengan ketentuanNYA akan redha dengan segala apa yang terjadi terhadap diri mereka. Akan tetapi itu tidak bermakna kita hanya perlu akur dan berserah dengan apa yang terjadi tanpa berusaha bersungguh-sungguh untuk memiliki zuriat. Dalam Islam terdapat tips atau amalan yang boleh diamalkan agar dipermudahkan mendapat zuriat yang baik dan soleh.

Pertama : bersangka baik dengan ALLAH s.w.t. serta berdoa dengan membaca ayat 38, surah Ali-Imran yang bermaksud: “Wahai Tuhanku! Kurniakanlah kepadaku dari sisi-Mu zuriat keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau sentiasa Mendengar (menerima) doa.”

Al-Imam Al-Samarqandi meriwayatkan bahawa Nabi Zakaria a.s pernah merasakan baginda tidak akan mendapat zuriat sehinggalah baginda melihat anugerah ALLAH s.w.t. Maka baginda meyakini bahawa ALLAH berkuasa mengurniakan baginya anak. Tambahan pula, baginda memegang amanah menjaga kunci rumah Qurban yang diwarisi turun-temurun. Keturunan dalam ayat ini bermaksud anak yang sihat sejahtera dan berakhlak.

Kedua : bersangka baik dengan ALLAH s.w.t serta berdoa dengan ayat 89, surah al-Anbiya yang bermaksud: “Wahai Tuhanku! Janganlah Engkau biarkan daku seorang diri (dengan tidak meninggalkan zuriat); dan Engkau jua sebaik-baik yang mewarisi.”

Ayat ini juga berkenaan dengan kisah Nabi Zakaria a.s. untuk memperoleh anak yang baik bagi menyambung zuriatnya.Amalkan membaca doa ini bersama doa dalam surah Ali-Imran tadi untuk mendapat zuriat. Selain itu berikhtiarlah dengan perkara-perkara yang dibenarkan syarak. Pasangan suami isteri juga dinasihatkan supaya memperbanyakkan sedekah, puasa sunat dan qiamullail untuk mendapat anugerah ALLAH s.w.t. yang hebat ini.

Bagi ibu yang mengandung, persediaan rohani dan adab penting semasa mengandung bagi menentukan tingkah laku anak yang bakal dilahirkan samada baik atau sebaliknya.

Untuk mendapat anak yang baik dan soleh, terdapat amalan yang patut diamalkan oleh kedua-dua ibu bapa anak itu sendiri, iaitu:

1. Memperbanyakkan taubat dan istighfar.

Ibu bapa yang banyak melakukan taubat dan istighfar, ALLAH s.w.t. sentiasa mengasihi dan merahmati kedua-duanya dan juga segala isi dalam rumahtangga termasuk anak dalam kandungan.

2. Berpuasa sunat.

Khusus untuk suami, banyak berpuasa sunat atau sekurang-kurangnya semingu dua kali atau sehari pada hari Isnin dan Khamis atau salah satu daripada hari-hari berkenaan atau pada hari-hari putih (13, 14 dan 15 bulan Hijrah). Perlu diingatkan, amalan puasa sunat cuma digalakkan dilakukan oleh suami atau bapa (bagi anak) sahaja seperti mana dilakukan oleh Nabi Zakaria a.s. Bagi ibu, sekiranya tidak memberi kesan kepada kesihatan bayi dalam kandungan bolehlah diamalkan.

3. Tidak bercakap yang sia-sia.

Ketika isteri sedang mengandung, suami seboleh-bolehnya tidak bercakap yang sia-sia, lebih-lebih lagi yang boleh mendatangkan dosa seperti mengumpat, menfitnah dan sebagainya. Sebaliknya, basahilah lidah dengan berzikir dan bertahmid atau bercakap yang mendatangkan faedah.

4. Banyak berdoa.

Sentiasa berdoa agar ALLAH s.w.t. mengurniakan anak yang soleh atau solehah. Sekurang-kurangnya setiap lepas sembahyang, bacalah doa khusus bagi ibu yang sedang mengandung.

5. Banyak membaca al-Quran.

Secara umumnya, elok membaca al-Quran dengan semua surah, tetapi di sini ustazah mengkhususkan surah-surah yang dibaca serta kesannya.

a. Surah al-Fatihah – Untuk menerangkan hati dan menguatkan daya ingatan
b. Surah Maryam – Untuk memudahkan ibu bersalin dan memperolehi anak yang sabar dan taat.
c. Surah Luqman – Untuk memperoleh anak yang cerdik akal dan cerdik jiwa.
d. Surah Yusuf – Untuk memperoleh anak yang cantik rupa dan cantik akhlak.
e. Surah Hujurat – Untuk memperbanyakkan susu ibu dan anak bersifat berhati-hati
f. Surah Yaasin – untuk ketenangan hati dan anak tidak terpengaruh dengan godaan syaitan yang mengajak kepada maksiat.
g. Surah Taubah – Untuk membersih jiwa dan terpelihara daripada maksiat.
h. Surah an-Nahl – Untuk melahirkan anak yang berdisiplin.

Petikan dari : http://undark.wordpress.com/2007/08/02/doa-amalan-untuk-memperolehi-zuriat/

Anak...

Siapa yang bergelar suami isteri di dunia ini yang tidak mahu dipanggil ayah...ibu...siapa yang tidak mahu ada zuriat...anak..itulah dia..anak adalah anugerah Ilahi yang paling berharga...terasa sunyi bila tidak atau masih belum dikurniakan anak...

Firman Allah SWT dalam surah (asy-Syura: 49-50) yang bermaksud :

“Dia memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis lelaki dan perempuan (kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

Begitulah Allah Maha Berkuasa atas setiap kejadiannya...

Firman Allah SWT dalam surah (al-baqarah : 216) yang bermaksud :

"dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."

Adakah kita menyangka bahawa kita yang mentakdirkan benih itu menjadi anak??tidak...sesungguhnya hanya Allah sahaja yang berkuasa untuk menetapkan sama ada benih itu menjadi anak atau tidak...

Anak adalah rezeki...amatlah beruntung kepada sesiapa yang telah dikurniakan anak lebih awal dari yang lain...bersyukurlah..jangan kufur dengan nikmat Allah...jangan terlalu berbangga dengan "kejayaan" itu kerana anak itu tercipta bukan kerana kuasa manusia...

Ada kawan cerita, kakak ipar dia 2 tahun tidak dapat anak...bila dapat anak, mudah pulak...tiap2 tahun dapat anak n sekarang dah ada 6 orang anak...alhamdulillah...

Cerita dia mengingatkan diri ini...semua ketentuan perjalanan hidup kita atas ketentuan Allah...lambat dikurniakan anak mungkin ada rahsianya...

Jalan ketentuan Allah di masa hadapan kita tak nampak....mungkin yang lambat dikurniakan anak, akan mudah dikurniakan anak selepas itu...yang cepat dikurniakan anak, mungkin itulah kali terakhir dia akan melahirkan anak...kita tak tahu...semua atas ketentuan Allah...apapun moga2 ibu n anak dalam keadaan sihat...

Lambat dikurniakan anak bukan bererti suami atau isteri mempunyai masalah...itu seolah2 macam dah melawan takdir...takdir n ketentuan Allah...kita tak boleh menyalahkan takdir n menyatakan "masalah" itulah punca kepada lambat dikurniakan anak...Allah Maha Berkuasa...sedangkan Nabi Zakaria AS telah dikurniakan anak ketika umurnya 90 tahun n Imran yang mana isterinya adalah mandul telah dikurniakan seorang anak yang bernama Maryam (ibu Nabi Isa AS)...semua atas kekuasaan Allah... Bukankah Allah s.w.t. berkuasa memberikan rezekinya kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan?
Daripada Sayyidina Khalid bin Al-Walid Radiallahu ‘anhu telah berkata : Telah datang seorang arab desa kepada Rasulullah S.A.W yang mana dia telah menyatakan tujuannya : Wahai Rasulullah! sesungguhnya kedatangan aku ini adalah untuk bertanya engkau mengenai apa yang akan menyempurnakan diriku di dunia dan akhirat. Maka baginda S.A.W telah berkata kepadanya, Tanyalah apa yang engkau kehendaki :

Dia berkata : Aku mahu menjadi orang yang alim

Baginda S.A.W menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi orang yang alim

Dia berkata : Aku mahu menjadi orang paling kaya

Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri maka engkau akan jadi orang paling kaya

Dia berkata : Aku mahu menjadi orang yang adil

Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia

Dia berkata : Aku mahu menjadi orang yang paling baik

Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang berguna kepada masyarakat maka engkau akan jadi sebaik-baik manusia

Dia berkata : Aku mahu menjadi orang yang istimewa di sisi Allah

Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan zikrullah nescaya engkau akan jadi orang istimewa di sisi Allah

Dia berkata : Aku mahu disempurnakan imanku

Baginda S.A.W menjawab : Perelokkan akhlakmu nescaya imanmu akan sempurna


Dia berkata : Aku mahu termasuk dalam golongan orang yang muhsinin ( baik )

Baginda S.A.W menjawab : Beribadatlah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya dan jika engkau tidak merasa begitu sekurangnya engkau yakin Dia tetap melihat engkau maka dengan cara ini engkau akan termasuk golongan muhsinin

Dia berkata : Aku mahu termasuk dalam golongan mereka yang taat

Baginda S.A.W menjawab : Tunaikan segala kewajipan yang difardhukan maka engkau akan termasuk dalam golongan mereka yang taat

Dia berkata : Aku mahu berjumpa Allah dalan keadaan bersih daripada dosa

Baginda S.A.W menjawab : Bersihkan dirimu daripada najis dosa nescaya engkau akan menemui Allah dalam keadaan suci daripada dosa

Dia berkata : Aku mahu dihimpun pada hari qiamat di bawah cahaya

Baginda S.A.W menjawab : Jangan menzalimi seseorang maka engkau akan dihitung pada hari qiamat di bawah cahaya


Dia berkata : Aku mahu dikasihi oleh Allah pada hari qiamat

Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah dirimu dan kasihanilah orang lain nescaya Allah akan mengasihanimu pada hari qiamat


Dia berkata : Aku mahu dihapuskan segala dosaku

Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan beristighfar nescaya akan dihapuskan ( kurangkan ) segala dosamu

Dia berkata : Aku mahu menjadi semulia-mulia manusia

Baginda S.A.W menjawab : Jangan mengesyaki sesuatu perkara pada orang lain nescaya engkau akan jadi semulia-mulia manusia


Dia berkata : Aku mahu menjadi segagah-gagah manusia

Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa menyerah diri (tawakkal) kepada Allah nescaya engkau akan jadi segagah-gagah manusia


Dia berkata : Aku mahu dimurahkan rezeki oleh Allah

Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa berada dalam keadaan bersih ( dari hadas ) nescaya Allah akan memurahkan rezeki kepadamu

Dia berkata : Aku mahu termasuk dalam golongan mereka yang dikasihi oleh Allah dan rasulNya

Baginda S.A.W menjawab : Cintailah segala apa yang disukai oleh Allah dan rasulNya maka engkau termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Mereka

Dia berkata : Aku mahu diselamatkan dari kemurkaan Allah pada hari qiamat

Baginda S.A.W menjawab : Jangan marah kepada orang lain nescaya engkau akan terselamat daripada kemurkaan Allah dan rasulNya


Dia berkata : Aku mahu diterima segala permohonanku

Baginda S.A.W menjawab : Jauhilah makanan haram nescaya segala permohonanmu akan diterimaNya

Dia berkata : Aku mahu agar Allah menutupkan segala keaibanku pada hari qiamat

Baginda S.A.W menjawab : Tutuplah keburukan orang lain nescaya Allah akan menutup keaibanmu pada hari qiamat


Dia berkata : Siapa yang terselamat daripada dosa?

Baginda S.A.W menjawab : Orang yang sentiasa mengalir air mata penyesalan,mereka yang tunduk pada kehendakNya dan mereka yang ditimpa kesakitan


Dia berkata : Apakah sebesar-besar kebaikan di sisi Allah?

Baginda S.A.W menjawab : Elok budi pekerti, rendah diri dan sabar dengan ujian ( bala )


Dia berkata : Apakah sebesar-besar kejahatan di sisi Allah?

Baginda S.A.W menjawab : Buruk akhlak dan sedikit ketaatan


Dia berkata : Apakah yang meredakan kemurkaan Allah di dunia dan akhirat ?

Baginda S.A.W menjawab : Sedekah dalam keadaan sembunyi ( tidak diketahui ) dan menghubungkan kasih sayang

Dia berkata : Apakah yang akan memadamkan api neraka pada hari qiamat?

Baginda S.A.W menjawab : sabar di dunia dengan bala dan musibah



Telah berkata Imam Mustaghfirin: aku tidak pernah menjumpai hadis yang besar dan merangkumi kesempurnaan agama dan bermanafaat selain hadis ini….

Emosi yang tidak terkawal boleh membahayakan diri. Kerana ketika dalam keadaan marah, suhu kemarahan sukar dikawal. Dan dalam keadaan itu, sahabat kamu cenderung bertindak mengikut nafsu, sehingga boleh memudaratkan diri sendiri. KAMU, sebagai sahabat, boleh melakukan perkara seperti ini :

1. Minta dia duduk dan bertenang

Dekati dirinya, usap lembut di belakang bahunya sambil membisikkan kata-kata nasihat dan memintanya banyakkan beristighfar. apabila dirinya sudah tenang, dudukkan atau baringkannya supaya tahap kemarahan reda.

2. Menjadi pendengar setia

Tertekan di tempat kerja atau belajar, itu adalah masalah biasa. Namun, pastinya dia memerlukan seseorang untuk meluahkan apa yang terpendam di jiwa. Selain menjadi pendengar setia kepada permasalahannya, kamu juga boleh galakkan dia bermain sukan atau berjalan-jalan. Aktiviti sihat ini akan membuatkan jiwa menjadi lebih tenang dan bersemangat.

3. Nasihatkan supaya bersyukur

Kadang-kala kamu ada juga terdengar keluhan daripada sahabatmu tentang kekurangan yang ada pada dirinya. Dia membandingkan kekurangannya dengan kelebihan yang ada pada diri orang lain ataupun dengan diri kamu sendiri. Seharusnya kamu menasihatinya agar tidak mengeluh dengan pemberian yang diberi oleh Allah sebaliknya bersyukur dengan rahmat-Nya. Sesungguhnya setiap ciptaan itu adalah yang terbaik untuk kita.

4. Banyakkan bersabar

Jangan mengambil keputusan dalam keadaan marah, kerana kelak akan menyesal. Orang yang tengah marah hilang tumpuannya, dan kurang menilai dalam menentukan keputusan. Untuk itu, nasihatkan sahabat kamu supaya bersabar dan apabila emosi sudah tenang, barulah membuat keputusan dengan waras.

5. Jadikan sebagai ujian

Apabila sahabat kamu berhadapan dengan masalah peribadi yang serius seperti masalah keluarga atau percintaan, kamu sebagai sahabat karibnya berperanan untuk membantunya. Nasihatkan sahabat kamu agar tidak bersedih dengan apa yang terjadi. Menyedarkannya bahawa setiap musibah atau kesulitan yang berlaku itu merupakan uijian dari Allah untuk melihat sejauh mana tahap kesabaran sahabatmu itu.

6. Dengar apa yang dia ingin luahkan

Orang yang dalam keadaan marah, tidak dapat mengawal tekanan yang dihadapi. Dan oleh kerana itu, dia tidak tahu bagaimana untuk mengenal pasti dan mencari jalan penyelesaian. Justeru, kamu yang paling rapat dengannya, bertindaklah dengan bijak. Berfikirlah seperti pakar kaunseling. Kenal pasti apa yang dihadapinya dan terangkan kepadanya dengan baik. Beritahu sahabatmu bahawa kamu benar-benar memahami situasi yang dihadapinya.

7. Peluk dengan kasih sayang

Apabila tahap kemarahan sahabatmu semakin reda dan dia dalam keadaan tenang, kamu peluklah dia dengan erat sambil menepuk-nepuk belakang badnnya. Ia sebagai tanda yang kamu amat mengambil berat tentangnya dan juga tanda ucapan syabas, kerana sahabatmu sudah kembali mendapat ketenangan dan normal.

Dipetik dari : Majalah Dara.com Edisi 87-SEPT.09

Alangkah bagusnya kalau dapat sahabat seperti ini...dan alangkah bagusnya sekiranya aku mampu menjadi sahabat seperti ini...

Apabila bersahabat, kita dan sahabat harus mempunyai tanggungjawab dan harapannya sendiri. Antaranya ialah :-

1. Ketahanan bergurau senda

Di dalam bersahabat, kadang2 adat bergurau itu terlebih usik. Jadi pastikan kita dan sahabat saling boleh menerima gurauan. Oleh itu berfikir dahulu sebelum ianya berlaku.

2. Jangan terlalu celupar atau mengkritik

Jika ingin menjadi sahabat yang baik, janganlah terlalu celupar atau suka mengkritik kerana kita sendiri tidak semestinya bagus dan betul.

3. Jangan terlalu mengambil tahu hal peribadi

Adalah menjadi adab kita, tidak terlalu mengambil tahu hal peribadi org
terdekat dengan sahabat kita seperti tunang, isteri/suaminya atau kaum keluarganya.

4. Jangan bertanya perkara sensitif

Perkara2 sensitif seperti gaji, kenaikan pangkat & hutangnya usahlah ditanya. Ia akan menyebabkan sahabat kita berasa rendah diri.

5. Pandai menyimpan rahsia

Sebagai seorang sahabat, kita haruslah pandai menyimpan rahsia sahabat kita terutama hal peribadi seperti rumahtangga atau hubungan suami isteri sahabat.

6. Terima kekurangan & keburukan sahabat seadanya

Cuba lihat nilai positifnya dan lihat diri sendiri. Sebenarnya diri kita tidak tentunya baik.

7. Jangan membuat muka berlagak dan sombong.

Jangan sesekali membuat muka berlagak dan sombong atau menghentak-hentakkan kaki dan barang bila kita membuat kesalahan supaya kesalahan itu dapat menutup kesalahan kita.

8. Bijak menyesuaikan tutur kata dengan emosi sahabat

Jangan sesekali kita bercakap mengikut sedap mulut tanpa memikir perasaan sahabat kita dan kesannya kepada sahabat kita. Ia akan membuatkan sahabat kita berkecil hati dan akan bermulalah bibit2 kerenggangan hubungan persahabatan.


9. Berita baik atau berita sedih sahabat

Berita baik atau berita sedih sahabat kita biarlah dia sendiri memberitahu rakan lain walaupun kita sudah mengetahui. Ini tanda kita menghormatinya. Jangan terlalu 'busy body' dengan cerita kehidupan sahabat kita tanpa memikir kesannya kepada sahabat kita.

10. Menghormati hak dan kehidupan peribadi sahabat

Kita mestilah menghormati hak dan kehidupan peribadi sahabat kita. Tidak salah sekiranya kita beri peluang sahabat bersendiri. Jikalau terlalu berdampingan, mungkin menjemukan dan kita hanya menyekat perhubungan dengan insan lain.

11. Beri peluang sahabat melepaskan amarah

Jika salah seorang marah, beri peluang sahabat kita melepaskan amarah di hati. Jangan dibalas. Berdiam dan tunggu hingga dia reda dan sejuk adalah lebih baik. Pasti hubungan akan kembali seperti biasa. Manusia harus menerima hakikat setiap orang ada lautan hati yang pasang surut.

12. Berdiam diri ketika sahabat marah

Sewaktu sahabat sedang marah, elok mendiamkan diri. Jikalau dia mengomel, dengar &
angguk. Itu lebih baik daripada membuat komen kerana ia boleh memburukkan lagi keadaan.

13. Jangan memburukkan sahabat di hadapan orang lain dan berbangga diri

Jangan sesekali memburukkan sahabat kita di hadapan orang lain dan membanggakan diri dengan mengadakan cerita seperti kekayaan, kecantikkan dan sebagainya. Bangga diri tidak membawa kita ke mana-mana sebaliknya haruslah bersyukur dengan apa yang dikurnia oleh Allah s.w.t. Bersifat bersederhanalah dan jangan melampaui batas kerana Allah tidak suka orang2 yang melampaui batas.

14. Jagalah hati sahabat

Jagalah hati sahabat kita sebagaimana kita mahu sahabat kita menjaga hati kita. Kalau kita pandai menjaga hati orang lain, begitulah sebaliknya orang lain akan lakukan kepada kita dan begitulah sebalik nya. Kadang2 kerenggangan dalam hubungan persahabatan berpunca dari diri kita. Kita perlu faham sifat sahabat kita dan cuba jaga hatinya.

Cuba check diri kita, adakah hari ini kita merupakan sahabat yang baik untuk sahabat kita. Adakah kita sentiasa senang sama2 dan susah sama2 dengan sahabat kita? Apa yang kita lakukan tika sahabat kita ditimpa musibah seperti kemalangan, kematian orang tersayang dan menghadapi dugaan hidup yang bisa menggugat keimanannya? Di mana kita tika itu? Adakah kita bersama2 sahabat kita?

Atau hari ini kita dapati sahabat kita makin menjauhkan diri dari kita? Apa puncanya sahabat kita makin berjauhan dengan kita? Mungkin ada yang dia tidak suka akan tindakan dan perilaku kita. Tepuk dada tanya iman di mana kita sebenarnya........

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air."
Bila seorang bertanya, "Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran."

Artikel ini saya petik dari portal halaqah.net...artikel ini amat bagus untuk kita sama2 jadikan iktibar n pengajaran...moga ia tidak terjadi pada diri kita...Allah Maha Berkuasa...jika ia berkata "Jadi!", maka ia tetap akan terjadi...idfa' 'anna kulla bala id-dunya wa bala il-akhirah...wa syarrod-dunya wa syarrol-akhirat...

Acik ingin menasihatkan kepada para halaqian tentang satu permasalahan yang sedang berlaku secara tidak kita sedari, dengarkan

nasihat ini dan panjangkan nasihat ini kepada rakan-rakan anda.


Anak-anak perempuan yang memasuki alam remaja dan belum matang mudah terlibat dengan tipu daya manusia bertopengkan

syaitan.

Kejadian ini adalah kisah benar yang berlaku di sekolah suami acik (sek. berasrama penuh). Seorang pelajar tingkatan 5 tiba-tiba

datang mengadu kepada suami acik yang mengatakan dia di'cerobohi' oleh jin yang menyerupai lelaki yang dia kenal melalui telefon.

Sebenarnya dia menerima 'miss call' setahun lepas. Apabila dia menelefon semula dia dapati seorang lelaki yang dia tidak kenali ingin

menjalinkan persahabatan dengannya. Naluri remaja yang ingin ber'couple' atau berpasangan menyebabkannya setuju berkenalan

dengan lelaki tersebut. Dia berasa agak pelik kerana apa yang dilakukannya termasuk apabila dia memotong rambut, lelaki itu boleh

tahu walaupun dia tidak pernah bercerita sebelumnya. Segala gerak gerinya dapat dibaca dan seolah-olah lelaki ini ada di sisinya

walaupun sebenarnya lelaki itu berada jauh beratus-ratus kilometer jaraknya. Dia mula berasa takut tetapi menyimpan perasaan itu

dari pengetahuan orang lain sehinggalah terjadinya kejadian dia dicerobohi oleh jin tersebut. Dia menceritakan kejadian itu kepada

ibunya dan juga kawan baiknya. Sebenarnya pelajar ini telah terkena sihir melalui telefon.

Acik menceritakan hal ini bukanlah bertujuan untuk membuka aib orang tetapi ingin memberi peringatan kepada semua remaja yang

sememangnya suka ber'couple' agar berhati-hati. Jika pelajar tersebut tidak cepat sedar berkemungkinan kes kehilangan remaja

mengikut lelaki yang tidak dikenali akan berlaku.

Telah banyak kes remaja di sekolah atau di universiti tiba-tiba hilang dari rumah atau hilang tidak dapat dikesan apabila ingin pulang ke

rumah. Ada juga yang mengikut lelaki yang menggunakan ilmu sihir seperti kes sihir melalui telefon ini.

Oleh itu para remaja sekelian...JANGAN LAYAN MISS CALL YANG KITA TIDAK KENAL..

Ingat di dalam dunia ini, terdapat ramai lelaki yang belajar ilmu sihir untuk menunjukkan kehebatannya..

Sentiasalah berwaspada, berbanyaklah berselawat dan mengingati Allah agar terhindar dari manusia berniat jahat..

Soalan

Bagaimana caranya untuk mengubat hati yang sakit?(Qalbun Maridh)harap ustaz dapat memberikan tip-tip atau amalan-amalan yang diperlukan untuk cuci hati yang sakit ini.


Jawapan


Sebenarnya nak menghilangkan rasa sengsara, sedih dan kecewa caranya ada banyak, dan keberkesanannya terpulang pada ketahanan mental Anda, emosi Anda, kesabaran Anda. Tapi saya boleh jamin cara yang saya kongsikan ni, sebelum saya menulisnya, telah diguna oleh kebanyakan orang dan telah ditulis oleh ramai pakar motivasi, penulis buku pembangunan diri dan mereka sendiri telah melakukannya dulu.

Untuk tips motivasi kali ini, saya kongsikan 7 tips asas menggembirakan hati yang sengsara, sedih dan kecewa serta cara untuk berdepan dengan emosi tersebut, saya gabungkan dengan cara saya sendiri. Kita mulakan dengan…

1. Latih Minda Melupakan Kenangan Pahit.

Bunyinya senang nak dibuat, tapi perlu diaplikasi berterusan. Mengaku saja Anda sering merasa sedih sebab banyak kali mengingat kenangan pahit atau selalu kembali ke memori silam yang lalu, betul tak? Kita kena cut connection feeling kita dengan emosi yang lalu.

Mulai hari ini, tekad untuk melupakan semua tu, selupa yang mungkin, kasi kosong abis! Bulatkan azam untuk memfokus kepada masa depan Anda, cita-cita Anda, keluarga, kerjaya, kewangan, keilmuan dan rakan-rakan.

Anda takkan dapat melupakan kesemua memori pahit sekaligus, tapi lakukan step by step dengan mengalihkan perhatian Anda kepada perkara lain. Proses ini mengambil masa, tapi ia boleh dipercepatkan dengan disiplin diri.

2. Buang Sikap Risau.

Ada dua kesan dari sikap risau ni, pertama ia menarik nasib tak baik, masalah dan musibah tanpa Anda pinta. Kedua, memberi kesan buruk pada kesihatan Anda dari segi fizikal dan mental. Risau membuat Anda selalu menjadi sedih dan kecewa, kekadang takut. Untuk buang sikap risau, belajar untuk bertenang dan latih diri Anda mengawal emosi.

3. Belajar Rajin Bersyukur.

Ucap syukur atas kesemua yang Anda ada, apa saja! Misalnya, ucap syukur kerana Anda masih ada 5 deria yang lengkap, Anda boleh melihat dan menarik nafas tiap kali bangun tidur (dan bukannya bangun terus sakit jantung mahpun sudah berada di ALAM KEDUA), Anda ada kawan rapat yang

memahami Anda dan Anda mempunya hanphone kesayangan Anda. Ucap syukur seikhlas hati, sebanyak yang mungkin, seikhlas mungkin hingga rasa syukur tu meresap jauh ke dalam diri Anda. Buat banyak kali dalam sehari.

4. Belajar Menjadi Pemaaf.

Sikap pemaaf dapat membersihkan hati dari perasaan negatif dan emosi-emosi negatif (takut, sedih, kecewa. gusar, menyampah, marah, geram, cemburu, tak puas hati, dendam, busuk hati). Seterusnya, meneutrakan gekombang fikiran negatif yang melekat bersarang di minda Anda.

Ketahuilah, Anda selalu rasa sedih dan kecewa kerana Anda tak memaafkan kesalahan diri Anda di masa lalu ataupun Anda tak memaafkan kesalahan orang lain tehadap diri Anda satu ketika dulu, ataupun… Anda susah menerima hakikat perbuatan salah orang lain terhadap diri Anda, yang

membuat Anda sedih, kecewa dan geram tahap dewa..belajar menjadi pemaaf dan menghapus semua ni lalu menarik ketenangan datang pada diri Anda.

5. Ketawa, ketawa dan terus ketawa.

Ketawa bukan dibuat-buat, tapi biar ketawa yang benar-benar

menggembirakan Anda dan menjadikan Anda girang. Tonton video yang lucu, baca cerita yang lucu, dekatkan diri Anda dengan rakan-rakan yang lucu serta cari “funny side” dalam setiap situasi, agar Anda boleh ketawa secara automatik. Ketawa dapat menghilangkan sedih. Buat apa LAYAN kecewa

sedangkan Anda boleh ketawa? Come on…

6. Ubah Fikiran

Kita tak boleh merubah situasi yang boleh membuat kita kecewa, sedih dan murung. Tapi, kita boleh merubah fikiran kita dan apa yang kita fikirkan tentang situasi-situasi tersebut walau seburuk manapun ia. Rahsianya, cari sinar mentari disebalik mendungnya awan. Walaupun perkara tidak berpihak kepada Anda, cari cara bagaimana Anda boleh jumpa nilai-nilai positif di dalamnya.

Fikir yang baik-baik saja, kerana ia memberi keuntungan jangka masa panjang. Rezeki Anda murah dan segala yang baik-baik datang sendiri pada Anda. Anda menjadi apa yang Anda selalu fikirkan.

Buat apa fikir yang buruk sedangkan Anda boleh tarik semua yang baik-baik? Fikir yang buruk, Anda dapat yang buruk jawapnya. Ini hukum alam dinamakan hukum sebab dan akibat. Dalam kata yang lebih advance, itu hukum Law Of Attraction.

7. Hati Mesti ‘Keras’.

Bukan keras sembarangan, maksudnya kekerasan hati,kesabaran yang tinggi, pandai mengawal emosi dan menerima hakikat dengan hati terbuka. Allah menurunkan musibah, permasalahan dan macam-macam lagi bukan sekadar dugaan, tapi balasan pada perbuatan-perbuatan Anda di masa lalu.

Buat baik, dibalas baik, begitu juga sebaliknya. Cuba ingat balik kejahatan kecil yang Anda lakukan pada orang lain, mungkin ada walau Anda tak sedar. Itulah perlunya kita bersikap baik dan berfikir yang baik-baik pada semua orang, benda, perkara, situasi dan keadaan.

Sebelum masuk tidur, set minda untuk jadi ceria pada keesokan harinya.Lafazkan dengan nada berbisik. Relaks, jangan terlalu mendesak diri.

Selepas bangun tidur, katakan pada diri ini adalah hari yang baru untuk Anda.Tekadkan diri untuk menjadikan hari yang baru tu hari yang baik, sungguh baik, sebaik yang mungkin dari hari yang sebelumnya.

Alangkah bahagianya hidup kita mempunyai sahabat-sahabat yang dapat mengingatkan kita kepada Allah...tentang akhirat...tentang penipuan dunia...memang sengsara bila ditakdirkan kita bersahabat dengan orang-orang yang hanya memikirkan keseronokan dunia...sebab bila kita tak seperti mereka, maka akan terbitlah sifat-sifat yang tercela dalam diri kita...na'uzubillah...mereka tak fikir dan tak merasainya...tapi kita sendiri yang patut bekerja keras membuang semua sifat-sifat...mereka tak tahu...

Ya Allah...kurniakanlah aku sahabat yang boleh membimbing aku ke jalan-Mu...aku sudah penat ya Allah bermain-main dengan perasaan keduniaanku ini...Kau limpahkanlah maghfirah untukku...Kau bantulah aku...aku perlukan bimbingan-Mu ya Allah...

Kau tunjukilah aku jalan yang lurus...jalan orang-orang yang beriman...kerana itulah tujuanku..hanya Engkau yang tahu apa yang ada dalam hatiku...kiranya aku yang bersalah...Kau ampunkanlah dosaku...Kau bantulah aku cuci hatiku...kiranya aku di pihak yang benar, Kau berilah ketenangan padaku...Kau berikanlah ketabahan hati padaku...aku mohon pada-Mu ya Allah...aku mohon...kerna aku hanya hamba-Mu yang lemah.....

Sebelum engkau melangkah
Dengarkan pesan ini
Yang dititip dari zaman Sulaiman
Hingga ke penghujung zaman.

Apakah dia yang kau gerun
Sedangkan Allah adalah pelindung.

Apakah dia yang kau lupa
Sedangkan semua konspirasi dunia dia yang merencana.

Apakah dia yang kau sokong
Sedangkan dia pembinasa rohani dan jatidiri.

Apakah dia yang kau cuba lari
Tanpa kau sedari jajahan takluknya segenap penjuru bumi.

Apakah dia yang kau angkat menjadi raja
Sedangkan tempoh pemerintahannya hanya 40 hari sahaja.

Apakah dia yang kau cuba tentang
Sedangkan ajalnya di tangan al-Masih Ibnu Maryam.

Tunggulah saat dan ketikanya bila dia menjajah dunia
Kelak baru kau tahu betapa kelam sudah bermula
Hanya penjuru Mekah dan Madinah disekat segala langkah

Kau lelah dalam segala fitnah
Kau lolos dalam kesabaran
Semua teruji bila gendang tarinya berbunyi

Inilah ujian atas iman
Inilah ujian keyakinan
Amat hebat dan menggetarkan
Yang belum pernah dibayangkan
Yang paling dahsyat pernah diberitakan
Setiap Nabi berpesan waspada jangan kau leka

Ketika zaman menghampirinya kita lupa
Ketika dia tampil persiapan tidak berguna
Maka dia muncul ketika kita tidak bersedia
Dia datang bagai ribut dan taufan
Belum sempat kita memaut anak dan keluarga
Habis semua dibawa pergi
Membawa ke alam ilusi fantasi

Habis roboh kota iman
Habis runtuh benteng keyakinan
Yang tinggal hanya nafsu dan tipudaya
Hanya menanti cahaya al-Masih Ibnu Maryam

Dalam diam, tafakkur dan zikir
Selamat datang zaman fitnah dan kekacauan
Selamat tinggal kerapuhan iman
Selamatlah kamu semua mengharungi mehnah dan cabaran.

Muhammad Nurani Maarif
Ditulis pada satu hari yang kelam
Ramadhan 1429
Baca dan buatla keputusan yang sebaiknya

Na'uzubillah.......


PENTING! Pengakuan Ikhlas Seorang Umat Islam


KISAH BENAR PENGAKUAN BEKAS PADERI KRISTIAN. TOLONG SEBARKAN JIKA ANDA
PRIHATIN PADA AGAMA ISLAM KITA!!!!!


Nama saya Salleh Bin Omar, nama Kristian Joseph.

Saya dilahirkan di Kedah pada 5/5/1940, bapa saya seorang India
Muslim dan mak saya orang Banting, Selangor. Bapa saya telah pulang ke India
dan emak saya berada di Kedah,Pondok Kg Pisang. Pada 1970 saya telah
pergi ke Johor Bahru untuk mencari kerja bersama-sama kawan-kawantetapi gagal. Saya terpaksa
tidur di stesen keretapi. Saya telah bertemu dengan seorang paderi bernama Father Chong. Kami diberi layanan istimewa,tempat tinggal, makan dan minum dan tinggal selama 2 tahun. Kami diajar sembahyang dalam bahasa Inggeris. Pada satu hari iaitu dalam tahun 1974, saya telah bertemu dengan seorang paderi besar di Malaysia, dari KualaLumpur bernama Kamaruddin Hj Ahmad. Beliau telah membawa saya tinggal diseksyen 14, Jalan Gasing, Petaling Jaya. Kami belajar selok belok agama Kristian di Gereja Jalan Gasing dan dibina khas! untuk orang Melayu beragama Islam (ada hingga sekarang).Setelah satu tahun saya tinggal disana, saya telah dihantar ke Indonesia selama 6 bulan, belajar cara-cara
untuk sembahyang orang mati, talkinkan orang dan macam-macam lagi dalamBahasa Malaysia .


Saya belajar sekali dengan Ibu Tien Suharto yang menjadi pemimpin
Agong Wanita Kristian seluruh Asia dan Bendahari Agong wanita Kristian
seluruh Indonesia . Saya pulang ke Malaysia, kemudian dilantik sebagai
pendakwah dari Perlis hingga ke Johor Bahru. Oleh kerana saya aktif di gereja, saya dihantar
pula ke Filipina selama 1 bulan, belajar selok belok Kristian dalam
bahasa Inggeris dan Bahasa Malaysia kerana terdapat orang Malaysia ,Singapura dan orang Filipina.
Kemudian saya balik ke Malaysia sebagai pendakwah dibayar RM60.00
sehari, kenderaan percuma, seramai 6 orang. Selepas itu dihantar ke Singapura selama 1 bulan di Port Carzy bersama En Aziz orang Telok Intan. Beliau adalah Setiausha Agong Persatuan Melayu
Kristian Singapura. Beliau juga adalah bekas Tentera Udara Di Raja dan berhenti memegang jawatan setiausha agong Kristian Singapore . Apabila dilantik ke gereja saya masih lagi ketua dakwah bersama 6 orang kawan.



Saya dihantar ke Baptish Church di Ipoh, dibekalkan duit RM1,40000, bersama 2 orang kawan dan sebuah kereta untuk mengkristiankan pelajar-pelajar dan pemuda-pemuda Negeri Perak. Pada bulan Januari saya berasa tak tenteram dan telah bertemu dengan Tuan Ibrahim, Kadi daerah Ipoh
dan membawa saya bertemu MuftiNegeri Perak dan En Azlan, Pengarah Jabatan Agama dan saya terus
bertaubat.

Jumlah Kristian seramai 3,000 orang telah dikristiankan, terutama penduduk Negeri Perak dan Johor Bahru, Manjoi dan Rapat Setia (Perak). Cara hendak mengenali mereka Lelaki - Berseluar hitam, berbaju putih, bertali
leher hitam, bawa beg James Bond (elaun satu hari RM60.00 ). Perempuan - Berbaju putih skirt hitam dan reben hitam. Di Kuala Lumpur - Daya Bumi, Kota Raya dan Sg Wang Plaza.




Cara-cara berdakwah:
Mereka akan menemubual, tanya asal terutama pencari kerja. Pendakwah
akan belanja makan apa saja, mempelawa tempat tinggal(asrama 120 katil, makan disediakan) didakwah dengan kaset, cara perlahan-lahan diajak sembahyang dengan diberi satu cross selepas dibawa sembahyang akan diberi sejenis air hitam (holy water). Setelah diberi minum 1 minggu lidah menjadi hitam, tidak boleh mengucap dan mendengar azan macam menutup telinga hal dakwah Islam tidak mahu. Air itu khusus untuk orang Islam sahaja. Kewangan gereja RM12.6 juta, sumber dari Sabah, Sarawak ,Filipina dan Singapura..



Motorola adalah penyokong dakwah Kristian ini (terletak di Petaling
Jaya, Pulau Pinang dan Senawang). Senawang terlibat seramai 200 orang, ketua di Senawang, Haji Hanapi Saat dan Hj Ismail orang Sungai Petani Kedah. Haji Hanapi bekas guru - akibat desakan hidup terpengaruh dengan Kristian. Sekolah yang paling teruk dilanda Kristian ialah Victoria Institution. Pengetuanya En Ismail Rahim. 20 orang telah Kristian-susah untuk diberi nasihat kerana kebanyakannya anak menteri dan datuk-datuk.

Di Ipoh
Sekolah Tengku Abd Rahman (STAR)- 2 orang Sekolah teknik seorang pelajar perempuan (bersalib) telah bertaubat, bila saya tanya, katanya untukmain-main saja, akhirnya dia bertaubat. Banting Kamariah bt Sidek -
lepasan sekolah ditarik oleh seorang guru Cina (pendakwah Cina dibayar RM165.00 sehari) En Salleh Omar yang menawarkan cek sebanyak RM10 juta kepada Yusof Noor untuk mengadakan persidangan Kristian sedunia (sebagaimana tersebar di akhbar)1982.

Salasiah bt Sidek- Sekolah Tengku Khursiah, Seremban balik ke Nibong Tebal, accident motor, didalam tudungnya ada salib. Punca terjebak dalam Kristian:

1.. Desakan hidup
2. Kurang agama

Beliau telah dapat menarik semula 300-400 orang
kepada Kristian.Beliau sekarang bekerja dengan Badan Kebajikan
Islam Perak. Beliau mendedahkan juga matlamat 1990 untuk menawan satu Malaysia/Brunei kepada
Kristian. Padri Besar di Malaysia ialah Kamaruddin Hj Ahmad. Pairin Ketingan adalah penaungnya dan saya sebagai timbalan padri itu. Beliau telah dihantar ke Melaka (masjid paling banyak). Beliau pergi
setiap masjid bertanya imam dan bilal untuk membuat kajian mengapa umat Islam malas ke masjid. Selepas mesyuarat 3 hari saya hantar 6 orang pendakwah, tidak sampai sebulan 400 orang telah masuk Kristian di Melaka....


Target Kristian: Pemuda yang tidak faham agama, ada yang tidak tahu Fatihah dan dengan rock-pameran di kapal-kapal. Cara untuk masuk Kristian, mereka perlu gambar 2 keping dan duit setem $7.00 pergi ke mahkamah di Selangor, Kedah, Kuala Lumpur angkat sumpah. Nama dalam kad pengenalan tidak ditukar
(sukar nak dikesan)

Beliau beri penerangan kepada
1. Polis Bukit Aman,
2. Pusat Islam (untukmenyedarkan umat Islam)
Bila dibaca kitab tidak akan terpengaruh dengan Kristian ini. Seorang bekas padri Abd Rahman Yaakob
(Pengarah Anti Dadah,Batu Gajah) pernah menjadi padri selama 23 tahun. En Abd Rahman adalah
berdakwah didalam bahasa Inggeris. Beliau sebagai padri dikenakan 4 syarat
1. Tidak boleh hisap rokok
2. Tidak boleh minum arak
3. Tidak boleh makan benda-benda berdarah
4. Tidak boleh kahwin.


Holy water dibawa dari Indonesia (Ketua padriIndonesia) bapak Bruto yang menyediakan air ini. Percetakan buku-buku Kristian di Cheras telah disiasat dan mereka ada lesen. Ketua padri Kamaruddin Hj Ahmad. Dalam
pada berdakwah Kristian sebanyak 3 negeri tak boleh dimasuk Kristian iaitu,Kelantan, Kedah dan Terengganu, mereka pernah dipukul hingga patah tangan.



PENGUMUMAN - HARAP DISAMPAIKAN! KPD
ORANG ISLAM KITA
'Sebarkanlah walausatu ayat pun'
(Sabda Rasulullah SAW) 'Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan
mengampuni bagimu dosa-dosamu.
Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya,
maka sesungguhnya ia telahmendapat kemenangan yang besar.'


(Surah Al-Ahzab:71) demi kebaikan kita bersama untuk
suami,isteri,anak-anak,kaum keluarga,saudara- mara, sahabat-handai dan
generasi akan datang yang kita sayangi. 'Agungkanlah dan laungkanlah
'Allah hu Akbar'....maha suci Allah.


ALLAHUAKHBAR...ALLAHUAKHBAR...

IHSAN DARI : http://ibnusyah.blogspot.com
Sejak akhir-akhir kebelakangan ini, banyak perkara terjadi di Kota Marudu. Mungkin ia berpunca dari tangan-tangan manusia sendiri dan mungkin ia merupakan ujian dari Allah untuk hamba-Nya atau mungkin ia adalah sebahagian bala Allah??

Apapun yang terjadi, kita sebagai manusia yang dikurniakan akal fikiran sepatutnya berfikir dan memuhasabah diri serta sentiasa memuji kekuasaan Allah...

Seperti yang diketahui umum, perkara yang sedang hangat diperkatakan dan membimbangkan penduduk Malaysia sekarang adalah wabak influenza H1N1 yang semakin membimbangkan. Di Kota Marudu khususnya di SK Langkon juga tidak terlepas dari 'bahang' wabak ini berikutan kes pelajar dikuarantin dan disyaki H1N1 selepas mengikuti program Perkhemahan Pengakap baru-baru ini...





Sementara itu, fenomena angin kencang yang berlarutan juga berlaku di Kota Marudu selama seminggu lebih bermula awal bulan Ogos...



Dan yang terbaru, pada 9 Ogos 2009 (Ahad), satu kebakaran telah berlaku di belakang sekolah Sk Langkon, yang berpunca daripada pembakaran terbuka penduduk setempat yang membakar kebun untuk bercucuk tanam...disebabkan cuaca masih berangin, api mudah merebak ke kawasan belakang sekolah...mujur pihak bomba datang awal dan dapat memadam api yang semakin marak walaupun masih terdapat sisa-sisa api dan asap daripada kebakaran itu...kesan daripada kebakaran ini, kelas-kelas di sekolah SK Langkon dipenuhi dengan debu-debu hitam dari rumput yang terbakar dan pada pagi perhimpunan, udara di sekolah dicemari bau asap ditambah jerebu yang sedang melanda...







Dunia semakin ke penghujung...tiada masa untuk bermain-main dan mengejar keseronokan dunia lagi...yang masih tidur, cepat-cepatlah bangun dari lena yang panjang...yang masih dibuai angan-angan dunia, sedarlah...hidup kita bukan hanya di dunia sahaja, akhirnya kita akan kembali pada-Nya dan di sanalah dunia yang kekal abadi....
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

Maksudnya:"Sesungguhnya orang-orang yang membazir itu adalah saudara-saudara Syaitan, sedang Syaitan itu pula adalah makhluk yang sangat kufur kepada Tuhannya."

[Surah al-Israa : 27]

Malah dalam teks sebenar ini sifat membazir itu amat hina sehingga ALLAH mempersaudarakan orang yang membazir itu dengan syaitan.

Tapi, kenapa antara sifat2 mazmumah yang ada, sifat membazir jugak yang menjadikan seseorang saudara syaitan? Tidak lain dan tidak bukan dalam diri orang yang membazir itu ada perasaan takabbur kerana tidaklah seseorang itu membazir melainkan dia merasakan dirinya punya kelebihan. Dan sesungguhnya sifat takabbur itu juga ada pada syaitan.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Maksudnya:"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada malaikat: "Tunduklah (beri hormat) kepada Nabi Adam". lalu mereka sekaliannya tunduk memberi hormat melainkan Iblis; ia enggan dan takabbur, dan menjadilah ia dari golongan Yang kafir."

[Surah al-Baqarah : 34]

Tidaklah ALLAH menghukum iblis itu kerana dia melakukan kesalahan. Nabi Adam a.s juga melakukan kesalahan ketika memakan buah dari pohon terlarang di syurga namun kerana sifat TAKABBUR yang ada pada iblis; merasai dirinya LEBIH dari yang lain, maka ia dihukum. Namun samada sesorang itu takabbur atau tidak, ALLAH jualah yang lebih mengetahui..

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Maksudnya :"Tidak akan masuk syurga seseorang yang dalam hatinya ada sebesar zarah rasa takabbur"

[Sahih Muslim : Book of Faith, 166]

Berita Agama Oleh Wan Marzuki Wan Ramli

SUKA dan duka menjadi asam garam kehidupan. Setiap insan sering dihadapkan dengan pelbagai keadaan hidup yang memerlukan tindakan mental dan fizikal tertentu.

Menangis dan hiba sering dikaitkan dengan kedukaan dan penderitaan, manakala ketawa selalunya menjadi manifestasi keriangan dan kepuasan yang tidak semua insan dapat merasainya.

Islam tidak pernah melarang umatnya untuk melahirkan rasa kegembiraan dan kepuasan hati mereka dengan ketawa. Namun, sebagai agama syumul dengan pelbagai adab dan disiplin, syariat tetap membataskan tahap ketawa yang dibenarkan.

Ia bagi mengelakkan orang Islam dipandang rendah martabatnya oleh bukan Islam. Menyingkap sirah Rasulullah SAW ketika hebat melancarkan misi dakwah melalui jihad perang selepas hijrah ke Madinah, Allah menempelak sebahagian tentera munafik yang pada mulanya menyatakan persetujuan untuk bersama Baginda di medan peperangan. Bagaimanapun, mereka membatalkan janji dan persetujuan pada saat genting tentera Islam bakal bertarung dengan kekuatan tentera Musyrikin Quraisy dalam Perang Uhud.

Berikutan peristiwa itu, Allah berfirman bermaksud : "Oleh itu bolehlah mereka ketawa sedikit (di dunia ini) dan mereka akan menangis banyak (di akhirat kelak), sebagai balasan bagi apa yang mereka usahakan.� (Surah at-Taubah, ayat 82).

Jelas daripada mafhum ayat ini, Allah mengungkapkan sifat lazim kaum munafik selalunya suka mengamal tabiat ketawa berlebihan.

Sedih, murung, riang, gembira dan ketawa adalah sentuhan naluri semula jadi, tetapi Islam tetap mengehadkan untuk mengelak berlaku dalam keadaan melampau.

Lantaran Islam menyediakan pilihan yang boleh diamalkan bagi mengelak kita daripada bertindak di luar batasan kemanusiaan apabila hati dan perasaan bertindak balas dengan apa yang dialami.

Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Dan janganlah kamu banyak ketawa kerana banyak ketawa itu mematikan hati." (Riwayat Ahmad dan at-Tirmizi).

Sewajarnya setiap insan mukmin segera menginsafi diri untuk tidak menjadikan ketawa sebagai perantara menzahirkan perasaan tersendiri dengan cara berlebihan. Hal ini kerana dibimbangi boleh membawa kepada beku dan matinya hati.

Saidina Umar al-Khattab pernah berkata, seseorang yang banyak ketawa nescaya akan kurang rasa takutnya kepada Allah. Apabila rasa takutnya berkurangan, maka akan kuranglah taatnya kepada Allah.

Ketawa yang sampai ke tahap berlebihan, maka ia lebih mengundang perkara negatif. Orang banyak ketawa lebih suka membiarkan masa berlalu tanpa diisi dengan sesuatu bermanfaat. Banyak ketawa juga boleh melupakan manusia daripada mengingati mati dan himpunan dosa yang menimbun dalam diri.

Apabila lupa kepada mati, manusia lupa membuat persiapan menuju ke alam abadi kerana terlalu leka dengan keindahan, kekayaan, keseronokan dan kegembiraan yang tidak lebih hanya bersifat sementara.

Justeru, bermuhasabah diri adalah jalan paling terbaik supaya tidak terlalu leka dengan keseronokan dan keriangan yang dinikmati di dunia. Kita juga diminta tidak mudah berpuas hati dan leka dengan pencapaian tersendiri dan akhirnya menjadikan ketawa sebagai teman kepada keseronokan.

Sekali lagi ditegaskan bahawa Islam tidak pernah melarang umatnya untuk ketawa, tetapi biarlah di atas landasan syariat yang sederhana. Kita tidak dapat mengelakkan sesuatu yang semula jadi tercipta.

Note: Sumber Berita Harian.
Sejak akhir-akhir ni, aku banyak sangat ketawa. Terbahak-bahak pulak tu. Niat di hati, ketawa dan nak buat diri rasa ceria untuk lupakan semua kisah duka.

… tiba-tiba rasa bersalah pula dengan diri sendiri… Rasa macam menzalimi diri sendiri, sebab tak dapat nak control gelak. Dah tutup mulut, cover pakai tapak tangan pun, still ada bunyi jugak.. hadeih~ ….

Belek pada hati, …macam dah nyawa-nyawa ikan.. duka dilupakan, happy 24jam.. Sedangkan dalam Islam, kita dianjurkan Lebih Banyak Menangis, dan Kurang Ketawa..

I’m totally change. Aiyo. Maybe this is enough, and I need to be serious with my life. Takleh main-main 24jam. Final exam is just around the corner. Mak banyak kali pesan, buatlah ulangkaji awal.. Tapi aku masih belum dapat ikut cakap mak lagi.. ..sibuk dengan hal peribadi. Konon nak fikir sampai masalah peribadi tu selesai, penyudahnya? ..semuanya suatu pembaziran. Membazir masa, tenaga, dan wang sekaligus(sebab tidak berjimat).

Jika dilihat pada agama kita sendiri, Islam, penuh dengan pelbagai disiplin, dan adab. Dibolehkan ketawa, tapi ada batasnya. Ini bukan suatu kongkongan, tapi ia adalah suatu panduan agar martabat orang Islam tidak dipandang rendah oleh orang bukan Islam.

Allah berfirman yang bermaksud:
“Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis dengan banyak.”
(at-Taubah:82)

Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang bermaksud:
“Dan janganlah kamu banyak ketawa kerana banyak ketawa itu mematikan hati.”
(Riwayat Ahmad dan at-Tirmizi)

Untuk kita-kita yang kuat ketawa, ingatlah, bahawa, HATI YANG SUDAH MATI, akan mudah syaitan menakluki dan merajai diri, seterusnya akan membawa individu ke lembah hina dan menyeleweng daripada landasan kebenaran.

Jika hati sudah mati juga, punahlah keperibadia n manusia. Malah jika hati sudah rosak, maka binasalah juga maruah diri…

..kita kena ingat juga, mungkin ajal kita esok, dan sedarkah kita bahawa mungkin saat ini, kita ketawa sampai macam nak roboh rumah, padahal.. mungkin ajal akan menemui kita, satu jam selepas itu?

..Belek diri kita semula, okeh. Kita mungkin tak layak untuk asyik menuding jari pada orang lain. Jadi, lebih baik kita focus pada diri sendiri dulu, muhasabah diri. Jika ingin ketawa, ketawalah sebagai suatu pernyataan kesyukuran tetapi jangan pula sampai mematikan hati.

*Idea asal, NUR OKTOBER 2006
Sumber : http://www.azlina.net/blog/index.php/2006/10/04/banyak-ketawa-hati-mati/
SAHABAT SEJATI(Majalah Cahaya Feb 2006), Oleh Haslinda Lukman



“Sebaik baik sahabat disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik jiran disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya” (H.R al-Hakim)



'Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..'




ALLAH SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.

Inilah antara hikmah, kenapa Allah SWT mencipta manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13, yang bermaksud:

“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah maha mengetahui, lagi maha mendalam pengetahuanNya."

DALAM Islam faktor memilih kawan amat dititikberatkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personaliti individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan sahaja.

Pendek kata sahabat boleh menentukan corak hidup kita. Justeru, jika salah pilih sahabat kita akan merana dan menerima padahnya. Selari dengan hadith Rasululah saw yang bermaksud:

“ Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya” (H.R Abu Daud).


Bak kata pepatah Arab, “ Bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wangiannya, manakala bersahabat dengan tukang besi, percikan apinya akan mencarikkan baju kita.”

Apakah ciri-ciri seorang sahabat yang baik? Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya: “Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:

* Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;

* Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;

* Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;

* Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;

* Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;

* Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;

* Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;

* Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menanyakan kesusahan kamu;

* Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;

* Jika engkau berkata kepadanya, nescaya dia akan membenarkan kamu;

* Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu;

* Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan.

* Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat

* Dia mendorongmu mencapai kejayaan di dunia dan akhirat.


Sebagai remaja yang terlepas daripada pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Kerana kawan, kita bahagia tetapi kawan juga boleh menjahanamkan kita.

Hati-hatilah atau tinggalkan sahaja sahabat seperti dibawah:

sahabat yang tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri.


sahabat hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.


sahabat pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu.


sahabat pemboros dan suka hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka pesta , suka berkeliaran dan ‘melepak’ pada waktu yang tidak sepatutnya, suka ke tempat-tempat hiburan dan pertunjukan.


Hati-hatilah memilih kawan, kerana kawan boleh menjadi cermin peribadi seseorang. Apa pun berkawanlah kerana Allah untuk mencari redha-NYA.

5 CARA MENCARI SAHABAT SEJATI

1. Pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan belanja, dia berusaha mencukupi keperluan kita.

2. Pilihlah sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia menerimanya dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna.

3. Pilihlah sahabat yang jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia tidak melupainya, dan jika ia mengetahui mengenai keburukan dirimu ia akan cuba menutupinya.

4. Pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.

5. Pilihlah sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapanmu dan bukan hanya mahu dia yang dipercayai saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu pemintaan yang berat dia akan mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu.

Bulan Syaaban adalah bulan mulia iaitu bulan yang terletak di antara bulan Rejab padanya Nabi Muhammad s.a.w. melakukan Isra' dan Mikraj dan bulan Ramadhan dimana padanya seluruh umat Islam diwajibkan mengerjakan puasa Ramadhan dan Lailatul Qadar. Sesungguhnya orang yang mensucikan badannya pada bulan Rejab maka ia akan mensucikan hatinya pada bulan Syaaban dan orang yang mensucikan hatinya pada bulan Syaaban akan mensucikan rohnya pada bulan Ramadhan.

Sesungguhnya bulan Rejab untuk memohon keampunan dari segala dosa dan bulan Syaaban pula untuk memperbaiki hati dari segala cacat dan bulan Ramadhan pula untuk memberi penerangan hati sedang malam Lailatul Qadar adalah mendekatkan diri kepada Allah s.w.t.

1. PERTUKARAN ARAH KIBLAT

Peristiwa yang paling bersejarah yang berlaku pada bulan Syaaban ialah peristiwa pertukaran kiblat. Allah swt telah mengarahkan Rasul-Nya memindahkan kiblat sembahyang daripada masjid al-Aqsa di Bait al-Maqdis ke Kaabah di Mekah. Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim daripada seorang sahabat al-Bara' bin Azib maksudnya: "Selepas Rasulullah sampai ke Madinah al-Munawarah, baginda dan para sahabat bersembahyang berkiblatkan Baitulmakdis selama lebih kurang enam belas atau tujuh belas bulan. Selepas tempoh tersebut barulah diturunkan wahyu menyuruh baginda berpaling ke Mekah. Peristiwa pertukaran kiblat berlaku di dalam masjid Qiblatain. Suruhan pertukaran kiblat berlaku ketika Rasulullah sedang bersembahyang Asar.

Pertukaran kiblat menjadi isu besar di Madinah. Orang Yahudi mengambil kesempatan menabur fitnah memperlekehkan dakwah Rasulullah. Lalu diturunkan ayat 142 Surah al-Baqarah. Maksudnya: Akan berkata orang-orang yang kurang akalnya: ''Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblat mereka (Baitulmaqdis) yang dahulunya mereka telah berkiblat kepadanya. Katakanlah: ''Kepunyaan Allah timur dan barat, dia memberi petunjuk kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.

Peristiwa ini berlaku pada tahun kedua Hijrah pada bulan Syaaban. Kebenaran daripada Allah swt untuk kembali berkiblatkan Kaabah adalah contoh doa Rasulullah yang dikabulkan oleh Allah swt. Ini kerana Rasulullah sudah lama mengangkat tangannya berdoa dan memandang ke langit meminta pertukaran kiblat ke Kaabah. Permintaan Rasulullah tersebut telah diperkenankan oleh Allah swt pada bulan Syaaban.

2. PERANG ZAT AL-RIQA'

Dalam pertempuran ini seramai 400 tentera Islam terdiri daripada berkuda dan berjalan kaki telah menghadapi kekuatan musuh daripada Banu Muharib dan Banu Tha’labah daripada Ghatfan di satu tempat di Najd bernama Zat al-Riqa’. Perang ini berlaku pada bulan Syaaban tahun ke-4 Hijrah. Perang ini berakhir dengan kemenangan di pihak Islam apabila kedua-dua kabilah musuh telah melarikan diri.

Sumber :

3. PERANG BANU AL-MUSTALAQ DARIPADA KHUZA'AH

Seramai 1, 000 tentera Islam telah bertembung dengan Banu al-Mustalaq di satu tempat bernama al-Mari’ pada bulan Syaaban tahun ke-5 Hijrah. Pihak musuh telah melarikan diri selepas berlaku peperangan yang pendek.

Sumber :

4. MALAM NISFU SYAABAN

Kelebihan Malam Nisfu Sya‘ban itu telah disebutkan di dalam hadis sahih daripada Mu‘az bin Jabal r.a Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya :

“Allah menjenguk datang kepada semua makhluk-Nya di Malam Nisfu Sya‘ban, maka diampunkan dosa sekalian makhlu-kNya kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang yang bermusuhan.” (H.R Ibnu Majah, at-Thabaroni dan Ibnu Hibban)


Pada malam Nisfu Sya‘ban juga, adalah di antara malam-malam yang dikabulkan doa. Menyedut pendapat Imam asy-Syafi‘e dalam kitabnya al-Umm telah berkata:

“Telah sampai pada kami bahawa dikatakan: sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam iaitu: pada malam Jumaat, malam Hari Raya Adha, malam Hari Raya ‘Aidil fitri, malam pertama di bulan Rejab dan malam nisfu Sya‘ban.”















BY : INTEAM

Ujian Tuhan kepada semua insan
Adalah kehidupan ini
Yang baik menjadi tuntutan
Yang buruk dijauhkan

Syurga yang dijanjikan
Bukanlah suatu khayalan
Tentang nikmat berpanjangan Ilahi

Neraka yang tercipta
Menghimpun azab derita
Tangisan kesengsaraan insan

Syurga adalah kelazatan
Terbentang buat hamba beriman
Yang kasihkan Tuhannya
Yang kasihkan Rasulnya
Yang kasih agamanya

Neraka tempat kemurkaan
Antara kedurjanaan insan
Yang lupakan Tuhannya
Yang lupakan Rasulnya
Yang lupa agamanya

Siapakah yang lebih mulia
Dari mereka yang tidak lupa
Janji Allah adalah kepastian
Dan nikmat syurga adalah indah

Dirawikan dari Umamah al-Bahili ra, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda : "Manakala masuk bulan Syaaban, sucikan dirimu dan perbaiki niatmu."

Dalam kitab An-Nasai dari Hadis Usamah ra, "Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain sebagaimana engkau berpuasa di bulan Syaaban." Baginda bersabda :
"Kerana itu bulan di mana manusia lupa darinya antara Rejab dan Ramadhan. Itulah bulan di mana amal dinaikkan kepada Tuhan Rabbul 'Alamin. Maka aku suka amalku dinaikkan dalam keadaan aku berpuasa."

Dalam Hadis Bukhari Muslim, dari Aisyah ra, dia berkata, "Aku tidak melihat sama sekali Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya sebulan kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat baginda lebih banyak puasanya daripada bulan Syaaban."

Malam Nisfu Syaaban kadang-kadang disebut malam Bara'ah kerana malam itu dapat menghapuskan dosa setahun. Sedangkan malam Jumaat boleh menghapuskan dosa seminggu dan malam Al-Qadar, dapat menghapuskan dosa seumur hidup. Ertinya menyambut malam-malam itu dengan beribadah merupakan sebab penghapusan dosa.

Malam Nisfu Syaaban kadang-kadang disebut malam Tafkir atau malam Ihya'. Di mana dalam Hadis Marfuk disebutkan bahawa siapa menghidupkan dua malam raya dan malam Nisfu Syaaban, tidak akan mati hatinya pada hari di mana hati-hati mati.

Selain itu, ia juga disebut malam Syafaat. Dalam suatu Hadis disebutkan bahawa RAsulullah SAW pada tanggal tiga belas, mohon kepada Allah syafaat bagi umatnya. Allah memberinya sepertiga. Kemudian baginda memohon lagi pada tanggal empat belas, lalu diberi dua pertiga. Nabi SAW mohon lagi pada tanggal lima belas dan diberi seluruhnya kecuali orang yang lari dari Allah dengan membiasakan maksiat.

Malam itu juga dinamakan malam Makrifah. Imam Ahmad merawikan bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Pada malam Nisfu Syaaban, Allah meneliti kepada hamba-Nya, kemudian Dia mengampuni seluruh penghuni bumi kecuali dua orang; orang musyrik dan orang yang memberati dengan dosa."

Kadang-kadang disebut juga malam pembebasan. Ibnu Ishaq merawikan dari Anas bin Malik, dia berkata, "Aku disuruh Nabi SAW ke rumah Aisyah untuk suatu keperluan. Aisyah menceritakan Hadis tentang Nisfu Syaaban. Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Humaira', tidak tahukah engkau, ini malam Nisfu Syaaban? Sesungguhnya pada malam ini Allah membebaskan manusia dari Neraka sebanyak bilangan bulu kambing. Kecuali enam orang; orang yang membiasakan minum arak, yang menderhakai kedua orang tuanya, yang membiasakan zina, yang keras kepala, tukang pukul dan tukang fitnah."

Sumber dipetik dari : Penenang Jiwa, Pengubatan & Rawatan Jilid 1, Terjemahan kitab Mukashafah Al-Qulub, Imam Al-Ghazali.

KENAPA AKU DIUJI?

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan : "Kami telah beriman." Sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
- surah Al-Ankabut ayat 2-3

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

"Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kamu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagi kamu. dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."
- surah Al-Baqarah ayat 216

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya."
- surah Al-Baqarah ayat 286

RASA FRUST?

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, (di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan)."
- surah Ali 'Imran ayat 200

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk;"
- surah Al-Baqarah ayat 45

APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahawa mereka akan beroleh syurga, (disebabkan) mereka berjuang pada jalan Allah."
- surah At-Taubah ayat 111

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

"Cukuplah bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepadanya aku berserah diri, dan Dia lah yang mempunyai Arasy yang besar."
- surah At-Taubah ayat 129

AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!

"Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum Yang kafir".
- surah Yusuf ayat 87
Blog Widget by LinkWithin